Selasa, 10 Juni 2014

LAUNCHING & BEDAH BUKU 101 TOKOH DAYAK YANG MENGUKIR SEJARAH

101 TOKOH DAYAK  YANG MENGUBAH SEJARAH
Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki.
Minggu, 29 Juni 2014 pukul 16.00 – 20.00 WIB
Sambutan: Prof. Yohanes Surya
Pembahas: Arswendo Atmowiloto dan Dr. Haryatmoko.
MC dan Moderator: Donna Agnesia



Press Release 101 Tokoh Dayak yang Mengukir Prestasi 29 Juni 2014

SIAPA manusia Dayak? Siapa saja 101 prominent people di antara 6 juta populasi Dayak yang tersebar di satu pulau (Kalimantan) dan tiga Negara (Indonesia, Malaysia, dan Brunei)? Bagaimana metodologi pemilihan dan pemilahannya menjadi contents buku ini? Apa habitus yang menjadi ciri khas puak Dayak?



Pertanyaan itu terjawab dalam LAUNCHING DAN DISKUSI BUKU 101 TOKOH DAYAK yang disusun R. Masri Sareb Putra, periset di Essence - Surya Research yang oleh Wikipdia dibaiat sebagai salah satu tokoh Dayak kategori penulis.

Sebagai gambaran sekilas bahwa pakar coba menjelaskan siapa manusia Dayak. Sekadar menyebut contoh, Ukur (1971), Lontaan (1975), Coomans (1987), Djuweng dan Krenak (1993). 


Semua sepakat bahwa Dayak ialah nama kolektif untuk menyebut penduduk asli penghuni pulau Borneo yang belum dipengaruhi agama asing dan sentuhan unsur-unsur di luar dirinya. Bahkan, secara jelas-tegas, beberapa pakar menyatakan bahwa keaslian Dayak dapat dilihat dari "sensus divinitas" atau agama asli suku Dayak yakni sifat lokal keagamaan yang berasal dari daerah itu sendiri, sejak awal mula ada di sini dan tidak diimpor dari luar. Sifat asli itu oleh Bakker (1972: 1) disebut "autochton", sebagai lawan dari "allochton".

Para pakar telah memilah-milah indigenous people Borneo terdiri atas setidaknya tujuh rumpun besar suku dan sekitar 450 subsuku. Pemilahan itu berdasarkan kesamaan bahasa, adat istiadat, tempat tinggal, ritus, upacara, kesamaan fisik, dan artefak.




Atas pemilahan dan penggolongan tersebut, maka yang disebut “manusia Dayak” tersebar di tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam), meski tetap bermukim di pulau sama. Populasinya mencapai sekitar 6 juta, terdiri atas hampir 3 juta di Indonesia, 2,9 juta di Malaysia, dan 100.000 di Brunei. 

Buku ini adalah medium yang memuat 101 wajah Dayak, dari berbagai dimensi. Ternyata, Dayak manusia luar biasa! Mereka menonjol di bidang masing-masing. Mampu bersaing di mana pun, di level apa pun. Lalu, bagaimana cara mendapat 101 tokoh Dayak yang menjadi isi buku ini? 



Ada pepatah, "Quot capita tot sensus". Artinya: sebanyak kepala, sebanyak itu pula pendapat. Untuk menghindari silang pendapat ihwal ketokohan Dayak, baiklah kita buat kesepakatan. Mari pertama-tama mengacu ke definisi leksikal ihwal tokoh dan ketokohan.

Tokoh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007: 1203) mengandung empat pengertian. Pengertian 1, 2, dan 4 tidak relevan dengan judul buku ini. Yang relevan ialah pengertian ke-3, tokoh = orang yang terkemuka dan kenamaan dalam berbagai bidang, bukan hanya politik dan kebudayaan.

Berangkat dari pengertian leksikal ini, penulis membuat 10 kriteria. 
1) Tokoh Dayak yang lolos ialah sosok yang terkemuka dan kenamaan di bidangnya.
2) Dalam dirinya mengalir darah Dayak dari ayah atau ibunya.
3) Berasal dan lahir di bumi Borneo (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam) meski saat buku ini ditulis tinggal/ menuntut ilmu di luar pulau.
Tiga kriteria ini wajib hukumnya dan haruslah disepakati!
Lalu dirasakan perlu menambahkan beberapa kriteria lagi, bahwa sang tokoh:
4) Hidup dari profesinya, karena itu, disebut “profesional”.
5) Menonjol (prominent) di antara kaumnya, atau kelompok lain.
6) Menjadi perhatian publik, dibuktikan dengan pernah dimuat/ diekspos di media nasional atau internasional.
7) Menginspirasi.
8) Seorang pahlawan nasional.
9) Diabadikan namanya sebagai nama jalan/ gelanggang/gedung.
10) Namanya tidak tercemar.

Berdasar pada 10 kriteria itu, penulis memilah dan akhirnya memilih 101 Tokoh Dayak dalam buku jilid I. Untuk menghindari debat, tokoh yang belum masuk dalam buku I, akan dimasukkan dalam buku jilid II. Nantinya, akan menjadi Ensiklopedia Tokoh Dayak yang jumlahnya nirbatas. 

Selama ini, musykil menemukan tokoh-tokoh Dayak dalam satu wadah. Selain tercecer di sana sini, informasi dan data sangat minim tentang mereka, belum ada upaya yang tekun serta teliti mengumpulkannya menjadi sebuah karya kreatif, sekaligus bernilai, yang disajikan dalam sebuah wadah bernama “ensiklopedi tokoh”.

Melalui upaya yang tidak mudah, didorong semangat menginspirasi dan mencerahkan kaumnya, penulis mengumpulkan 101 tokoh Dayak dalam sebuah karya yang data serta informasi tentang para tokoh tersebar di mana-mana. Hampir 60% tokoh dikenal penulis dengan baik, sehingga data dan informasi awal masih diolah dari data primer, diimbuhi dan diracik sedemikian rupa, kemudian disajikan secara informatif, tapi bernas. 

Metodologi mulai dari melakukan overview tokoh Dayak yang tersebar di tiga negara melalui media. Sebagaimana sifatnya, media adalah symbolic reality dan tidak pernah bisa berbanding lurus dengan realitas objektif. Kesan pertama yang muncul dari pemandangan sekilas itu ialah bahwa tokoh Dayak yang menjadi perhatian ialah politikus, artis, dan akademisi. Padahal, tokoh bukan hanya sebatas tiga bidang itu.


Maka penulis pun mengumpulkan siapa saja tokoh Dayak yang sesuai dengan kriteria. Lalu dipilah-pilah berdasarkan 10 kriteria di atas. Penyusun buku ini mulai mengurutkan tokoh berdasarkan urut abjad nama (alfabetis) --untuk menghindari debat siapa harus nomor 1 berdasarkan apa, dan siapa urut 101.

Dalam menyusun 101 tokoh Dayak, penulis tidak mengikuti secara persis tokoh Dayak versi Wikipedia karena penggolongannya menyisakan persoalan ditilik dari sisi epistemologi. Lagi pula kurang up to date, apalagi masih data kasar: hanya nama berdasarkan bidang. Penggolongan oleh Wikipedia terkesan lebih berdasarkan riset pustaka, karena itu, perlu diimbangi dengan riset lapangan. Meski beberapa nama versi Wikipedia sama dengan 101 tokoh Dayak dalam buku ini.

Memilih satu tokoh di antara belantara tokoh Dayak tidak mudah, apalagi mengkategorikannya membutuhkan imaginasi. Dan sebagaimana lazimnya sebuah buku, kategori dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, general tapi tidak dalam (seperti buku 101 tokoh dayak ini). Dan kedua, dalam tapi tidak general (satu tokoh yang akan menjadi biografi nanti).

101 tokoh Dayak sebagian adalah tokoh sejarah (history), meski sebagian besar adalah kisah seseorang (his/her story) yang sedang menjadi. Ia inspirator bagi siapa saja yang open minded: bahwa orang Dayak pun unggul, eksis, dan mampu bersaing di level apa pun, di mana pun.

Jika disederhanakan, 101 tokoh Dayak terbagi dalam tiga katagori, yakni: tokoh sejarah, tokoh masa kini, dan tokoh masa depan. Tokoh sejarah membuka jalan dan menjadi suri teladan. Tokoh masa kini manusia Dayak yang unggul dan sanggup bersaing di segala bidang. Tokoh masa depan memotivasi dan menginspirasi.



Itulah mosaik Dayak. Yang jika dilihat dalam sebuah medium mencitrakan manusia unggul di berbagai bidang. Membaca buku ini, citra serba peyoratif di masa lalu tinggallah kenangan. 101 tokoh Dayak mengubah stereotype negatif

Kiprah dan kisah mereka adalah tentang sukses, kerja keras, semangat pantang menyerah, dan optimisme. Meski tanpa menyebut demikian pun, sebenarnya menampilkan 101 tokoh Dayak yang prominent dalam buku ini, otomatis mengkonstruk bahwa  manusia Dayak hari ini etnis yang unggul luar biasa.


Dayak ditulis orang luar dan ditulis orang dalam, akan terasa berbeda nuansanya. Inilah buku dari Dayak insight, Dayak inside. Sudut padang Dayak, yang menyibak Dayak dari dalam. 

Sebagaimana ditegaskan motivator Amerika, Harvey MacKay “our lives change in two ways: through the people we meet and the books we read”. Bahwa hidup kita diubah oleh dua hal saja: dari orang yang kita jumpai (interaksi/komunikasi) dan dari buku yang kita baca.

101 Tokoh Dayak yang Mengukir Sejarah memungkinkan pembaca berubah secara cepat ke arah positif. Sebab Anda bertemu sekaligus dengan dua cara untuk berubah: buku dan manusia.
***
Hasil liputan

Beberapa photo lainnya

Pesan Pre Order - Harga buku Print on Demmand Paperback/ softcover  Rp. 150.000,-Pesan Pre Order - Harga buku Print on Demmand Hardcover                     Rp. 250.000,-

Untuk pre-order, setelah terkumpul minimal 100 pemesan, maka akan kami print, tetapi bila membutuhkan segera tanpa menunggu minimal 100 pemesan terlebih dahulu, akan tetap kami layani, tetapi harga kemungkinan akan sangat mahal untuk perbuku, silakan pre-order di-link berikut bit.ly/101TokohDayak

Rabu, 04 Juni 2014

Ribuan Novel-Ribuan Comic-Ribuan Animasi di SMA TARAKANITA 1 - JAKARTA


Program Ribuan Novel-Ribuan Comic-Ribuan Animasi kali ini di SMA Tarakanita 1 - Jakarta. Sekitar dua bulan sebelumnya SMA Tarakanita 1 - Jakarta mengirimkan proposal untuk mengikuti program gratis tersebut ke ribuan-animasi@surya.ac.id yang diselenggarakan oleh Surya University dan Essence Studio.

Pada hari Rabu, 4 Juni 2014. Pukul 07.30 WIB. Sebanyak 86 siswa atau sebanyak 3 kelas berkumpul, mereka ada ditingkat pendidikan level sepuluh, di lantai 3 ruang workshop mereka telah berkumpul tepat waktu. Team dari Surya University memberikan workshop tersebut setelah dibuka oleh Ibu Christina wakil dari SMA Takarakita 1. 

Setelah itu Workshop dimulai oleh Masri Sareb Putra seorang penulis yang telah menghasilkan tulisan lebih dari 50 buku. Siswa-siswa aktif mendengarkan sharing dan langkah-langkah bagaimana berkreasi membuat cerita dengan mudah.

Disesi pertama ini. Masri deengan pengalaman menulis lebih dari 50 buku. Maka siswa-siswa dengan mudah mengikuti elemen dan prinsip-prinsip membuat cerita (story writing) yang diberikan secara menyenangkan dan dengan beberapa gurauan untuk menyegarkan suasana. Para siswa sangat antusias membuat sinopsis, lalu membuat plot, kemudian subplot dan akhirnya satu cerita utuh.

Setelah cerita sudah jadi. maka masuk ke sesi dua. Disini M.S. Gumelar memberikan elemen dan prinsip-prinsip membuat karya lanjutan dari cerita yang telah jadi. Yaitu dengan membuat comic. Siswa mengikuti dengan seksama dan tertib.

Setelah membahas tentang comic. Maka sesi sharing berikutnya tentang movie script (screen play) dan storyboard untuk movie. Hal ini dibutuhkan bila para siswa tertarik untuk melanjutkan karyanya tidak  berhenti hanya di comic, tetapi dapat ke animasi bahkan movie yang diperankan oleh aktor atau aktris.

Setelah itu siswa mulai membuat karya comic sesuai kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. Karena cerita yang dibuat comic adalah hasil karya mereka sendiri maka para siswa menjadi sangat aktif berkarya.

Diberikan pula beberapa contoh proyek novel dan comic yang sedang dibuat oleh Essence Studio. Seperti Surya dan Gazing. Setelah proyek novel dan comic menjadi produk, langkah berikutnya untuk Essence Studio adalah membawa novel dan comicnya menjadi animasi dan movie untuk karya di masa depannya.

Workshop sudah berjalan sekitar 6 jam. Kemudian team marketing Surya University yaitu Shella memberikan gambaran tentang fakultas dan program studi yang ada. Dan juga keunikan Surya University yang memiliki banyak research center salah satunya Essence Studio yang bergerak khusus di research novel, comic, animasi, special effects dan movie.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan tukar menukar suvenir berupa buku-buku untuk perpustakaan di SMA Tarakanita 1 oleh Surya University team. Dan juga plakat serta Sertifikat sebagai nara sumber dari SMA Tarakanita 1, dan photo-photo kemudian. Helena sebagai photographer dari Surya University sangat aktif mendikumentasikan seluruh workshop ini (G).

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan workshop gratis di sekolahmu, kirimkan email ke:  ribuan-animasi@surya.ac.id atau kirim sms ke: 081 89 6666 7 dengan menyebutkan nama sekolah dan berminat untuk workshop ribuan novel, ribuan comic dan ribuan animasi.

Bila tidak memiliki perangkat komputer, workshop cukup sampai di pembuatan novel dan comic saja, tidak perlu sampai ke animasi ataupun movie.





+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

1. Ngayau - Misteri Manusia Kepala Merah - Teu Fung Theu: Usai tariu, Lansau tidak ingat apa-apa lagi. Otaknya seperti diprogram. Ia menjelma jadi Panglima Burung, hanya melakukan perintah. Muncul berlaksa-laksa manusia kepala merah mengayau untuk orang Dayak. Ilmu bedah dan kedokteran modern, tidak dapat mengidentifikasi secara detail korban amuk massa karena memang unik.

Mengambil setting bumi Borneo, novel ini mengisahkan, sekaligus mengeksplorasi ngayau dan evolusinya dari masa ke masa. Dari zaman baheula, kerusuhan sosial 1967 yang melibatkan Dayak vis a vis Tionghoa karena provokasi, hingga seratus tahun kemudian. Ketika muncul Ratu Adil bernama Eunomia Mae Kola Jora dari trah Panglima Burung.

Wanita belia usia 21 itu seorang profesor, pakar bidang teknologi hijau (green tech) dan menguasai telekomunikasi nirkabel. Terkenal karena percobaan di laboratorium miliknya mengklon “manusia-manusia masa depan” yang unik. Dan, setelah diuji, manusia hasil klon sang profesor seperti MANUSIA DAYAK PURBA: jujur, polos, terbuka, open minded, memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, dan menjaganya secara berkesinambungan.

Di bawah kepemimpinan Sang Ratu Adil, Borneo (Entekong) jadi pusat pemerintahan Indonesia Serikat yang adil dan makmur.



Pesan Pre Order - Harga Novel Print on Demmand Paperback/ softcover  Rp. 100.000,-
Pesan Pre Order - Harga Novel Print on Demmand Hardcover         Rp. 250.000,-

2. Bandung Bondowoso 3K: mengisahkan cinta Roro Jonggrang dan Bondowoso yang rela melintasi waktu ke masa lalu kemudian ke masa depan lagi agar Loro Jonggrang tidak menjadi batu dan upaya mereka memerangi raksasa penghisap darah mutasi dan evolusi dari virus berasal dari planet lain yang menggulingkan kerajaan Baka di Bumi.



Pesan Pre Order - Harga Novel Print on Demmand Paperback/ softcover  Rp. 175.000,-
Pesan Pre Order - Harga Novel Print on Demmand Hardcover         Rp. 350.000,-

3. Surya - Mutasi Spontan: suatu ledakan eksperimen Fusi dingin mengubah Profesor Yo termutasi secara spontan dan menggunakan kekuatannya untuk menjadi pembela kemanusian sebagai manusia super.



Pesan Pre Order - Harga Novel Print on Demmand Paperback/ softcover  Rp. 100.000,-
Pesan Pre Order - Harga Novel Print on Demmand Hardcover         Rp. 250.000,-